jasa instalasi smoke detector di jakarta

Polisi Minta Masyarakat Tak Gunakan Tabung Pemadam Api untuk Oksigen
Polisi menemukan adanya pemakaian tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai tabung oksigen. Petugas mengingatkan bahwa perihal berikut menyalahi ketetapan dan beresiko untuk digunakan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipiddeksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyampaikan, pihaknya menangkap enam orang yang memperjualbelikan tabung APAR sebagai tempat isian oksigen.
BACA JUGA
Pedagang STC Sebut Aturan PPKM di Pekanbaru Tebang Pilih
“Ini memang berbahaya. dikarenakan tabung apar atau untuk pemadam kebakaran itu tidak didesain untuk oksigen. Kita tidak jelas bagiamana tank cleaningnya, di dalamnya gas CO2, kalau misalkan diisi gas oksigen kalau pembersihannya tidak bagus tentu membahayakan orang,” tutur Helmy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021).
Helmy pun mengingatkan supaya penduduk tidak teledor gunakan tabung APAR sebagai alternatif wadah isi oksigen meski terjadi kelangkaan dan harga yang melambung tinggi.
“Berkaitan bersama dengan tabung oksigen atau merubah, menjual, memperdagangkan tabung APAR yang sudah dimodifikasi untuk dijual sebagai tabung gas oksigen, kita tetapkan enam orang tersangka bersama dengan ancaman Pasal 106 UU No.7 Tahun 2014 perihal Perdagangan, kemudian Pasal 197 UU No.36 Tahun 2009 perihal Kesehatan, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 UU No.8 perihal Perlindungan Konsumen. Pidana penjara paling lama 15 tahun,” jelas dia instalasi smoke detector .
Tersangka Kasus Penimbunan Obat
Enam tersangka itu merupakan bagian dari 37 tersangka hasil pengungkapam 37 persoalan berkenaan penimbunan obat, oksigen tabung, dan penjualan obat-obatan di atas harga eceran tertinggi.
“Untuk yang tabung APAR ini variatif pada Rp 2 juta, Rp 3 juta. Harga Rp 700 ribu sampai bersama dengan Rp 900 ribu itu modalnya, tapi dia menjual sanggup didalam harga yang layaknya itu tadi, sejauh ini. Mereka sudah pernah menjual 190 buah. Ini terhitung kita dapat cari dia menjual ke mana, dikarenakan ini kan bahaya. Takutnya dibeli oleh masyarakat, dia tidak jelas bahwa ini memang asalnya adalah tabung APAR,” Helmy menandaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *