8 Item Fashion Tradisional Indonesia yang Wajib Dicoba

Indonesia memiliki banyak sekali aksesori dan kostum tradisional yang telah terpelihara dengan baik berkat upaya bersama dan produksi yang berkelanjutan. Berikut delapan pakaian tradisional Indonesia populer yang mungkin menarik untuk Anda coba.

Batik

Sumber: pinimg.com
Sumber: pinimg.com

Kekayaan corak batik dan proses yang melelahkan yang dibutuhkan untuk membuatnya menjadi salah satu alasan mengapa kain ini menjadi kebanggaan dan kebanggaan Indonesia. Nilai sejarah dan makna filosofis di balik setiap motif membuat Batik semakin bernilai. Teknik rumit dan presisi yang rumit harus dilakukan dengan tangan untuk mencapai desain adalah bukti kehebatan artistik kami. Ini melibatkan menggambar desain dengan pensil dan menggambar ulang menggunakan lilin panas yang dicairkan dalam alat yang meniru pena yang disebut canting .

Batik Baju Adat yang berasal dari Jawa, diakui dunia sebagai mahakarya sejak zaman dahulu. Bahkan, pada 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Kebaya

Sumber: kumparan.com
Sumber: kumparan.com

Kebaya adalah pakaian nasional tradisional Indonesia untuk wanita. Kombinasi blus-gaun yang rumit ini diyakini berasal dari zaman Kerajaan Majapahit Indonesia. Awalnya dipakai oleh bangsawan kerajaan, Kebaya dirancang untuk memberikan tampilan yang lebih sederhana bagi orang Indonesia dan biasanya dikenakan saat acara formal. Busana tersebut memeluk tubuh bagian atas dan memadukannya dengan rok bergaris lurus yang terbuat dari pakaian tenun tradisional seperti Batik atau Songket, bordir bunga, bros, dan terkadang hiasan kepala. Seiring berjalannya waktu, banyak tafsir kontemporer tentang Kebaya yang masih mengakar kuat pada desain aslinya.

bungakon

Sumber: tumpi.id
Sumber: tumpi.id

Blangkon adalah hiasan kepala tradisional yang terbuat dari kain batik yang dikenakan oleh pria Jawa. Saat ini, Blangkon terkenal di kalangan wisatawan sebagai suvenir koleksi, atribut khas budaya Jawa. Yang unik dari Blangkon adalah memadukan turban dari busana Islami dengan budaya Hindu, mencerminkan pengaruh Hindu dan Islam dalam budaya Jawa. Blangkon sendiri memiliki empat jenis, tergantung asal-usulnya. Ini termasuk tipe Yogyakarta, Surakarta, Kedu, dan Banyumas, semuanya dibedakan berdasarkan bentuknya.

jarik

Sumber : seputarpernikahan.com
Sumber : seputarpernikahan.com

Hampir setiap orang Indonesia memiliki kain Batik ini: Jarik. Kain serba guna yang cocok untuk hampir semua kesempatan dan tujuan, Jarik telah menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari Indonesia, terutama di kalangan orang Jawa. Ini dapat digunakan sebagai pakaian dalam, gendongan bayi, alas tidur bayi, pakaian formal, di antara keperluan lainnya. Untuk penonton yang jeli, Jarik juga dapat menunjukkan status pemakainya dari motif polanya.

 

Songket

Sumber: youyou.id
Sumber: youyou.id

Hampir mirip dengan Batik tetapi masih sangat berbeda, Songket adalah kain tradisional lokal pulau Sumatera. Kain tenunan tangan yang unik terdiri dari sutra atau katun yang disulam dengan benang emas atau perak yang membantu menciptakan efek berkilauan.

Songket secara tradisional masih dianggap barang mewah karena harganya sangat mahal dan hanya dikenakan pada acara-acara khusus, seperti pernikahan, upacara keagamaan, dan ritual budaya. Banyak perancang busana saat ini mengambil inspirasi dari Songket untuk karya mereka yang lebih kontemporer.

Suntiang

Source: akurat.co 
Sumber: akurat.co 

Suntiang adalah kebanggaan wanita Minangkabau — itu adalah aksesori emas yang dikenakan oleh pengantin Minangkabau sebagai bagian dari ansambel mereka untuk hari istimewa mereka. Itu dibuat dengan emas dan aluminium asli dengan hingga tujuh tingkat dekorasi flora dan fauna emas. Beratnya bisa mencapai tujuh kilogram, dan seorang pengantin wanita harus menanggung aksesori yang berat namun mewah ini sepanjang hari. Makna filosofis di balik grand design Suntiang adalah melambangkan tanggung jawab yang berat sebagai seorang istri. Bagian kepala yang rumit ini membuat kepala pusing dan mendapat tepuk tangan dari pemakainya karena menahan beban sepanjang upacara.

Keluar

source: pesona.travel
sumber: pesona.travel

Kain lain yang menjadi ciri khas pakaian tradisional Indonesia adalah Ulos. Berasal dan berkembang di Batak, Sumatera Utara, kain tenun tangan ini digunakan untuk keperluan upacara. Biasanya dipakai sebagai selendang, Ulos memiliki nilai budaya yang signifikan, biasanya dalam hubungan kekeluargaan. Ulos bisa menjadi pusaka keluarga yang diturunkan secara turun-temurun. Seperti halnya Songket, Ulos dihiasi dengan benang emas atau perak di dalam tenunannya. Saat ini, selain untuk keperluan seremonial, Ulos berfungsi sebagai koleksi souvenir budaya populer dalam bentuk tas, pakaian, ikat pinggang, taplak meja, dasi, apa saja.

Udeng

Source: baliutd.com
Sumber: baliutd.com

Yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi mereka yang sering berkunjung ke Bali. Udeng adalah hiasan kepala yang dikenakan oleh pria Bali sehari-hari. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap budaya dan kepercayaan mereka, tetapi juga berfungsi untuk menjaga rambut mereka tetap rapi. Warna dan bentuk udeng yang berbeda memiliki makna — terkadang mewakili status sosial seseorang, dan terkadang berfungsi sebagai atribut seremonial. Anda bisa mencoba memakai udeng dengan mencarinya di salah satu toko oleh-oleh khas Bali.

Baca juga: Paket aqiqah tangerang 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *